Tanggamus, Lintas Media – Keberadaan peternakan ayam petelur di Dusun Sumbersari, Pekon Bulok, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Lampung, memicu keluhan besar dari warga sekitar. Peternakan tersebut diduga menimbulkan polusi berupa bau busuk menyengat yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terutama mereka yang tinggal dalam radius 1.000 meter dari lokasi.
Bau tidak sedap tersebut semakin parah saat musim hujan atau angin kencang. Selain itu, setelah proses pembongkaran ayam petelur, banyak lalat yang menyebar ke rumah-rumah warga di lingkungan Pekon Bulok. Warga khawatir hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit menular.
Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mereka belum dapat melakukan banyak hal selain berharap adanya solusi untuk mengatasi masalah polusi bau tersebut. Menurutnya, penyebaran lalat setelah pembongkaran menjadi ancaman serius bagi kesehatan keluarga dan tetangga.
Peternakan ayam petelur tersebut tergolong besar, dengan populasi mencapai sekitar 60.000 ekor ayam. Diketahui juga bahwa peternakan ini bekerja sama dengan perusahaan tertentu, yang mengindikasikan omzet atau hasil panen yang cukup signifikan.
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait dapat memberikan solusi terbaik, serta segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Sampai saat berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan baik dari instansi terkait maupun pihak pengelola peternakan.
Perlu dicatat bahwa hampir satu setengah bulan yang lalu, awak media telah mendatangi lokasi untuk mengkonfirmasi keberadaan peternakan tersebut. Pada saat itu, pemilik usaha yang bernama Hendy tidak berada di lokasi. Ady, yang merupakan sepupu dan tangan kanan Hendy, menjelaskan bahwa ia hanya bertugas menjaga kandang dan menyampaikan titipan salam kepada pemilik.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Hendy meskipun telah disampaikan informasi terkait keluhan warga melalui Ady. Padahal, keberadaan peternakan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Namun demikian, dampak negatif berupa polusi bau tidak boleh diabaikan. Masyarakat mengharapkan pemerintah daerah dan instansi terkait mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini, sehingga dapat tercipta keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan lingkungan. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi warga Pekon Bulok dan diharapkan pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi agar peternakan dapat beroperasi tanpa mengganggu masyarakat sekitar. (TIM)
