Lintas Media, 15 Januari 2026
Pesawaran – Masjid Babussalam Dusun Kandis, Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran Lampung menjadi tempat berkumpulnya jamaah dalam rangka memperingati Hari Besar Islam (HBIs) Isro dan Mikraj Nabi Muhammad SAW. Acara yang bertepatan dengan Hari Ke-26 Bulan Rajab digelar pada Hari Kamis (15/1/2026) dengan menghadirkan kurang lebih seratus jamaah.
Kegiatan berlangsung dari pukul 21.00 hingga 22.30 WIB dengan penuh khidmat, suasana kebersamaan, dan kekompakan segenap panitia. Sebelum pelaksanaan, satu minggu sebelumnya telah dilakukan musyawarah dan mufakat untuk membentuk panitia kecil. Hasil musyawarah tersebut memutuskan untuk menunjuk Ustadz Ruslan sebagai Ketua Panitia Isro dan Mikraj, yang didampingi oleh Sekretaris, Bendahara, serta masyarakat lainnya untuk mendukung kelancaran acara. Sebagai pembawa acara adalah Bapak Agus.

Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Bapak Sumedi, diikuti dengan pembacaan silaturahmi yang diimami oleh saudara Mis. Selang waktu kemudian diisi dengan penyampaian kata sambutan dari Ketua Panitia yang diwakilkan oleh Bapak Zainal Abidin, S.Pd.
Dalam kata sambutannya, Zainal Abidin berpesan kepada seluruh jamaah untuk menyimak dan memperhatikan pemaparan yang akan disampaikan oleh Ustadz Tatang Suhadi dari Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Ia menyampaikan bahwa tujuan hadir di masjid adalah untuk mengaji, sehingga diharapkan setiap orang dapat membawa perubahan positif dalam diri masing-masing. Zainal juga berharap kegiatan HBIs di tahun mendatang dapat ditingkatkan dan diperiakan lebih meriah dengan dukungan seluruh jamaah.

Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Dusun Kandis khususnya, serta masyarakat Desa Penengahan dan sekitarnya umumnya yang telah hadir menghadiri acara peringatan Isro dan Mikraj. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyisihkan waktu dari aktivitas sehari-hari untuk membantu kelancaran acara, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi.
Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan dengan sesi tausiyah sebagai puncak acara yang disampaikan oleh Ustadz Tatang Suhadi. Beliau menyampaikan bahwa peringatan Isro dan Mikraj merupakan momentum untuk mengingat perjalanan menuju surga Allah SWT, termasuk memahami hal-hal yang baik dan tidak baik yang akan menjadi bekal di hari akhirat serta pegangan dalam kehidupan dunia.

Beliau juga menekankan keutamaan sholat lima waktu sehari semalam, dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi jamaah untuk meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Sebelum acara ditutup, seluruh jamaah mengangkat kedua belah tangan untuk mengikuti doa yang diimami oleh Bapak Misbahuddin, Pembantu Penghulu Desa Penengahan. Semua berharap doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT sebagai bentuk permohonan berkah dan kebaikan bagi seluruh masyarakat. Kehadiran tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintahan desa menunjukkan bahwa nilai keagamaan, budaya, dan sosial mampu bersatu secara harmonis. Semangat ini diharapkan terus hidup dan berkembang agar Dusun Kandis khususnya dan Desa Penengahan umumnya senantiasa rukun dan penuh kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
By Zainal Abidin
