Peringatan Isro Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Hamdi Sukanegara Berlangsung Khidmat

Pesawaran Lintas Media – Masjid Baitul Hamdi Dusun Sukanegara, Desa Sukajaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran Lampung menjadi tempat berkumpulnya jamaah dalam rangka memperingati Hari Besar Islam (PHBI) Isro dan Mikraj Nabi Muhammad SAW. Acara yang bertepatan dengan malam ke-10 Bulan Rajab ini digelar pada malam Sabtu (10/1/2026) dengan menghadirkan kurang lebih seratus lima puluh jamaah.

Kegiatan religius berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.30 WIB dengan penuh khidmat, suasana kebersamaan, dan kekompakan segenap panitia. Persiapan acara dilakukan melalui musyawarah dan mufakat oleh seluruh jajaran badan panitia yang diketuai oleh Zahrianto, beserta sekretaris dan bendahara yang mendukungnya.


Sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Bapak Ustadz Supiani. Setelah pembacaan selesai, acara dilanjutkan dengan serangkaian sambutan dari berbagai pihak terkait.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia PHBI, Zahrianto. Beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran kepanitiaan atas kerja sama yang menjadikan acara berjalan lancar. “Tanpa musyawarah dan mufakat, tidak mungkin acara ini sukses,” ujarnya. Zahrianto juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan PHBI di tahun mendatang lebih meriah, dengan dukungan yang menunjang dan bermanfaat bagi semua pihak.


Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu jamaah yang telah hadir, serta menegaskan pentingnya menjaga tradisi Isro Mikraj sebagai wujud cinta umat kepada Nabi Muhammad SAW dan perekat silaturahmi antar warga. “Generasi muda sebagai penerus kita harus terus mendukung agar acara semakin berkembang,” tambahnya.

Kepala Desa Sukajaya, Tarmizi, turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Beliau mengingatkan bahwa peringatan Isro Mikraj bukan sekadar seremonial, namun harus dijadikan momentum untuk mengamalkan nilai-nilai Islam yang disampaikan. “Apa yang kita dengar dari ceramah nanti jangan hanya sebatas pengetahuan, tapi harus dipahami dan diamalkan sebagai bekal kehidupan sehari-hari,” pesannya.


Kehadiran tokoh adat semakin menambah khidmat suasana acara. Hadir sebagai penyimbang adat adalah Pangikhan Bandakh Makhga Desa Sukakaya dan penyimbang adat Sukanegara. Kehadiran mereka menjadi simbol harmonisasi antara nilai agama dan kearifan lokal, sekaligus bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat persatuan masyarakat.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Hi. Mun’im (Tarmizi). Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya memahami hukum-hukum Islam sebagai pedoman hidup. “Kita harus tahu mana yang baik dan tidak baik, karena hal itu akan menjadi bekal di hari akhirat dan pegangan dalam menjalani kehidupan dunia,” jelas Ustadz Hi. Mun’im.


Beliau juga menambahkan tentang keutamaan puasa pada tanggal 27 Bulan Rajab, yang memiliki pahala besar dari Allah SWT. Pesan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi jamaah untuk lebih meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Sang Pencipta.

Sebelum acara ditutup, seluruh jamaah mengangkat kedua belah tangan untuk mengikuti doa yang diimami oleh Bapak Pembantu Penghulu, Zulmi Hi. Salam. Semua berharap doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT sebagai bentuk permohonan berkah dan kebaikan bagi seluruh masyarakat.


Acara peringatan Isro wal Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Hamdi ditutup dengan doa bersama. Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan di antara seluruh peserta.

Kehadiran tokoh agama, pemerintah desa, tokoh adat, serta antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa nilai keagamaan, budaya, dan sosial mampu berpadu secara harmonis. Semangat ini diharapkan terus hidup dan berkembang agar Desa Sukakaya senantiasa menjadi desa yang rukun, religius, dan penuh kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.

By Zainal Abidin