Terkuak! Dugaan Jaringan BBM Ilegal di Ogan Ilir, Oknum ASN Disebut Terlibat

OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN –lintasmedia|

Dugaan praktik bisnis bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat publik setelah viral di media sosial. Informasi yang dilansir dari akun Garudaxpose.com menyebut adanya jaringan distribusi BBM ilegal yang diduga beroperasi secara terorganisir di wilayah Ogan Ilir.

Tak hanya melibatkan pelaku lapangan, praktik ini juga disebut menyeret nama oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Sosok berinisial S,C,diduga memiliki peran dalam aktivitas tersebut.

Menurut keterangan narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, bisnis ilegal ini telah berjalan sejak pertengahan September 2025. Dalam operasionalnya, terdapat aliran dana yang diduga digunakan sebagai biaya “koordinasi” kepada sejumlah oknum dari berbagai unsur.

“Biaya awal termasuk koordinasi bisa mencapai sekitar Rp250 juta,” ungkap sumber tersebut.

Dana tersebut disebut tidak hanya untuk operasional, tetapi juga untuk pengadaan fasilitas seperti tangki penampungan, peralatan distribusi, serta penyewaan lahan gudang.

Lebih jauh, praktik ini diduga melibatkan banyak pihak, mulai dari pekerja gudang, broker, hingga pihak pengamanan tidak resmi yang ikut mengawal distribusi BBM ilegal tersebut.

Modus yang digunakan pun terbilang klasik, yakni penimbunan BBM bersubsidi untuk kemudian dijual kembali ke sektor industri dengan harga lebih tinggi. Meski demikian, keuntungan yang diperoleh disebut tidak terlalu besar, hanya berkisar ratusan rupiah per liter, namun tetap berjalan karena volume distribusi yang tinggi.

Aktivitas ini bahkan dikabarkan sempat terpantau oleh aparat gabungan, sehingga operasional mengalami tekanan dan penyesuaian.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait kebenaran informasi tersebut. Seluruh dugaan masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut.

Masyarakat diminta untuk turut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM di wilayahnya.

(Tim)