Peringati Hari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah

Lintas Media, Pesawaran – Masjid Nurul Iman Dusun Sinar Harapan, Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran Lampung, menjadi tempat berkumpulnya jamaah dalam rangka memperingati Hari Besar Islam (HBI) Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Acara yang bertepatan dengan hari ke-27 Bulan Rajab digelar pada hari Jumat (16/1/2026) dengan menghadirkan kurang lebih seratus jamaah.

Kegiatan berlangsung setelah ba’da Sholat Jum’at pukul 13.30 hingga 15.30 WIB dengan penuh khidmat, suasana kebersamaan, dan kekompakan segenap panitia. Sebelum pelaksanaan, sepuluh hari sebelumnya telah dilakukan musyawarah dan mufakat untuk membentuk panitia kecil. Hasil musyawarah tersebut memutuskan untuk menunjuk saudara Sunyoto sebagai Ketua Panitia Isra dan Mi’raj, yang didampingi oleh sekretaris, bendahara, serta masyarakat lainnya untuk mendukung demi kelancaran acara. Sebagai pembawa acara adalah saudari Sukeisih.

Acara diawali dengan pembacaan silaturahmi (Sil Silah) oleh Bapak Rusman, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat Suci Al-Qur’an yang dikumandangkan oleh Bapak Ustadz Rosiin. Setelah selesai pembacaan tersebut, acara dilanjutkan dengan kata sambutan-sambutan pertama dari Ketua Panitia Isra dan Mi’raj, yang diwakilkan oleh saudara Bapak Mardiono, S.Kom.

Sambutan kedua datang dari wakil Bapak Kepala Desa, yang disampaikan oleh Saudara Bapak Mahfud sebagai aparatur pemerintahan desa. Dalam sambutannya, Mahfud mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mendengarkan pemaparan yang akan disampaikan oleh pembicara utama.

Dalam kata sambutannya, Mardiono, S.Kom., mengucapkan banyak ribuan terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu, khususnya masyarakat Dusun Sinar Harapan yang telah meluangkan waktu untuk membantu dalam kegiatan Isra dan Mi’raj di Masjid Nurul Iman, baik dalam bentuk tenaga, pemikiran, maupun dukungan lainnya demi kelancaran acara. “Tanpa bantuan Bapak dan Ibu, tidak mungkin acara ini berjalan dengan sukses. Saya pribadi tidak dapat membalasnya, hanya kita serahkan kepada Allah SWT,” ujarnya. Mardiono juga menambahkan, mudah-mudahan di tahun yang akan datang, kegiatan hari-hari besar Islam dapat ditingkatkan dan lebih meriah lagi.

Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan dengan sesi tausiyah sebagai puncak acara yang disampaikan oleh Ustadz Rohman. Beliau menyampaikan bahwa Isra dan Mi’raj merupakan momentum untuk mengingat perjalanan menuju surga Allah SWT, termasuk memahami hal-hal yang baik dan tidak baik yang akan menjadi bekal di akhirat serta pegangan dalam kehidupan dunia. Beliau juga menekankan inti keutamaan sholat lima waktu sehari semalam, dengan harapan menjadi motivasi bagi jamaah untuk meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Sang Pencipta.

Ustadz Rohman juga menjelaskan secara detail tentang peristiwa Isra dan Mi’raj, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian naik ke tujuh langit hingga ke Sidratul Muntaha. “Peristiwa ini menjadi mukjizat luar biasa dan untuk memperkuat iman kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW. Mari kita berbuat baik kepada sesama, memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Semoga kita semua mendapatkan berkah dan kekuatan untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan,” pungkasnya.

Sebelum acara ditutup, seluruh jamaah mengangkat kedua belah tangan untuk mengaminkan do’a yang diimami oleh Ustadz Rosiin. Semua berharap do’a yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT sebagai bentuk permohonan serta berkah dan kebaikan bagi seluruh masyarakat. Kehadiran para jamaah menunjukkan bahwa nilai keagamaan, budaya, dan sosial mampu menyatukan orang-orang secara harmonis.

Mardiono juga menyampaikan pesan kepada jamaah khususnya masyarakat Dusun Sinar Harapan dan umumnya masyarakat Desa Penengahan, agar semangat kebersamaan ini terus hidup dan berkembang, sehingga Dusun Sinar Harapan khususnya dan Desa Penengahan umumnya senantiasa hidup rukun dan penuh kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
By Zainal Abidin, S.Pd