Karang Taruna CUP Hadirkan Turnamen Sepak Bola, Semangat Kebersamaan dan Pembinaan Atlet di Pardasuka

Pringsewu, lintasmedia.asia – Karang Taruna Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, kembali menunjukkan eksistensinya dengan menggelar ajang bergengsi bertajuk Karang Taruna CUP. Turnamen sepak bola ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata inisiatif mandiri untuk memajukan potensi pemuda dan mempererat tali silaturahmi antar-elemen masyarakat di wilayah tersebut.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Pardasuka, Dr. Subhan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sejarah baru bagi wilayahnya. Menurutnya, selama ini belum pernah ada kegiatan serupa yang lahir dari inisiatif sendiri, sehingga turnamen ini menjadi momen penting yang dinanti-nantikan. “Baru ini lah semenjak saya dijadikan sebagai ketua Karang Taruna Kecamatan. Niat saya ingin memajukan dari tingkat Pekon sampai Kecamatan, bahkan kalau bisa tingkat Kabupaten, asalkan kita dapat bersatu padu atau bersinergi,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Dalam pengelolaannya, Dr. Subhan menekankan prinsip keterbukaan dan transparansi. Ia berpendapat bahwa sosok pemimpin harus memiliki karakter jujur, terbuka, transparan, loyal, dan bertanggung jawab. Segala bentuk program kegiatan yang dilaksanakan harus benar-benar bermanfaat dan menunjang kemajuan bersama. “Jadi ketua itu sifatnya harus terbuka dan transparansi terhadap sesama kita. Apa pun itu bentuknya program kegiatan yang sifatnya bermanfaat dan menunjang,” tambahnya.

Turnamen yang telah dibuka secara resmi pada Sabtu, 20 Juni 2026 lalu ini mendapatkan perhatian besar dari pemerintah daerah. Meskipun Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, berhalangan hadir karena tugas dinas, kehadiran beliau diwakili oleh Dinas KESBANGPOL serta dihadiri oleh berbagai instansi terkait, Forkopimca, Camat, hingga seluruh Kepala Pekon se-Kecamatan Pardasuka. Acara pembukaan berlangsung khidmat dan langsung disambung dengan pertandingan perdana sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Salah satu tujuan utama digelarnya turnamen ini adalah untuk menjaring bibit unggul atlet sepak bola. Dr. Subhan menjelaskan bahwa kompetisi antar-Pekon ini menjadi ajang seleksi alam guna mempersiapkan pemain terbaik yang nantinya diharapkan mampu mengharumkan nama Kecamatan Pardasuka pada turnamen tingkat Kabupaten Pringsewu yang rencananya akan digelar pada bulan Agustus mendatang.

Untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keaslian, panitia menerapkan aturan ketat terkait peserta. Seluruh pemain diwajibkan merupakan putra asli dari Pekon masing-masing. Hal ini dibuktikan dengan syarat wajib melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) saat pendaftaran. “Jadi betul-betul terkoordinir sesuai dengan alamat masing-masing Pekon. Jika tidak sesuai, maka tidak boleh bermain atau ‘bon’ dari Pekon lain maupun luar kecamatan,” tegasnya.

Dari sisi pendanaan, seluruh biaya penyelenggaraan bersumber dari swadaya murni tanpa membebani pihak lain. Panitia juga memberlakukan sistem gratis atau tidak menjual karcis bagi para penonton. Satu-satunya sumber pemasukan yang diandalkan berasal dari retribusi parkir kendaraan yang rata-rata mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000 per harinya. Hal ini disampaikan oleh perwakilan panitia, Yumi, yang membenarkan seluruh arahan dari ketua pelaksana.

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para tim, panitia telah menyiapkan hadiah yang cukup menarik. Juara 1 akan membawa pulang uang pembinaan senilai Rp3.000.000, juara 2 mendapatkan Rp2.000.000, dan juara 3 sebesar Rp1.000.000. Selain uang tunai, para pemenang juga berhak mendapatkan piala bergilir serta sertifikat penghargaan. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah positif bagi generasi muda di Pardasuka.
(By Zainal Abidin)