PESAWARAN, lintasmedia.asia – UPTD SDN 8 Way Khilau yang terletak di Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung, resmi terpilih sebagai penerima bantuan dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026. Program strategis ini digulirkan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi seluruh siswa maupun dewan guru.
Kepala Sekolah SD Negeri 8 Way Khilau, Yulita Valefi, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diterima. Ia mengapresiasi dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Provinsi Lampung, hingga pusat, termasuk Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. “Atas doa kami semua dewan guru dan pengurus komite, mudah-mudahan pembangunan ini berjalan sesuai juknis, transparansi, dan akuntabel,” ujarnya penuh harap.

Yulita Valefi juga menegaskan komitmen pihak sekolah dalam menjaga integritas pelaksanaan proyek. Pembangunan ini akan diawasi secara ketat oleh tim teknis dan panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Pihak sekolah berjanji tidak akan membiarkan adanya praktik penyimpangan atau hal yang mengarah ke korupsi. Prinsip efektif, efisien, transparan, dan bertanggung jawab menjadi landasan utama agar bantuan negara dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat.
Pelaksanaan program revitalisasi ini dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku, mengacu pada Peraturan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2026. Selain itu, proses penyaluran dan pembangunan juga mematuhi Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 70 Tahun 2024 mengenai penyaluran bantuan pemerintah.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, setiap satuan pendidikan penerima bantuan wajib membentuk tim P2SP yang beranggotakan perwakilan sekolah, Komite Sekolah, dan unsur masyarakat. Pengawas pekerja menekankan pentingnya bekerja dengan teliti dan giat karena ini merupakan amanah proyek pemerintah. Hingga saat ini, progres pembangunan dikabarkan berjalan sangat cepat, bahkan mencapai 80 persen hanya dalam kurun waktu 60 hari kerja.
Dengan total durasi proyek selama 150 hari kalender, target penyelesaian diharapkan tercapai pada pertengahan Agustus atau September 2026. “Kualitas hasil sangat memuaskan, bagus, rapi dan kuat, serta setiap pekerjaan selalu diawasi,” jelas pengawas lapangan. Ia juga berpesan agar seluruh pihak tidak hanya memikirkan keuntungan semata, melainkan berjuang untuk kualitas kerja yang baik agar program di tahun-tahun mendatang tetap berjalan lancar.

Senada dengan hal tersebut, pengurus Komite Sekolah juga menyampaikan apresiasi dan harapan agar tercipta suasana kerja yang harmonis antara pekerja harian lepas dengan tim pengawas. Mereka mengajak semua pihak untuk saling menerima teguran demi perbaikan hasil kerja yang maksimal. Fasilitas yang akan dihadirkan melalui program ini antara lain pembangunan 1 unit gedung sekolah dengan 3 ruang kelas serta 1 unit gedung UKS.
Spesifikasi bangunan dirancang menggunakan material berkualitas, mulai dari lantai keramik, jendela alumunium, hingga atap berbahan baja ringan yang kokoh dan awet. Besar harapan seluruh elemen pendidikan di SDN 8 Way Khilau agar pekerjaan fisik program revitalisasi ini dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman, serta kondusif hingga selesai nantinya.
(Zainal Abidin)
